letih
pernahkah kau merasa letih memberi? letih bersabar?
tidak. jangan pernah.
karena memberi itu tiada habis dan bersabar itu tiada usai
lalu perasaan letih itu sendiri, bolehkah kita rasakan?
yang harus selalu kita ingat. hidup adalah ibadah, ibadah berarti aktivitas. tetapi letih, istirahat, juga bisa menjadi ibadah ketika dilakukan sesuai porsinya
jejaring sosial
kata pepatah, "tidak ada yang lebih menyedihkan dibanding pemuda yang pesimis"
dan faktanya, sebagian besar pemuda pemudi Indonesia mengeluhkan keadaan dirinya di situs-situs jejaring sosial. kenapa senang sekali mengumbar kelemahan diri? agar mendapat perhatian? menurut saya itu pikiran pendek yang kurang baik. pernahkah mereka berpikir, siapa yang akan membaca keluhan-keluhan mereka. mungkin saja orang yang pada saat itu juga sedang merasa lemah. kemudian orang tersebut melihat keluhan-keluhan mereka. apa yang akan terjadi? tidak mustahil jika orang tersebut berpikir, ah, toh banyak yg seperti saya, wajar. lalu orang tersebut merasa nyaman dengan posisi lemahnya. bandingkan jika kita menulis pikiran-pikiran positif di situs jejaring sosial. orang lemah tersebut akan merasa termotivasi, tercerahkan, dan yang paling penting merasa malu dengan rasa pesimisnya. bermanfaat bukan? bukankah sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat. tentu kita semua ingin menjadi sebaik-baik manusia. jadi, ketika kamu sedang dihadapkan dengan masalah, diskusikan masalah tersebut kepada orang-orang terdekat kamu, atau kepada orang yang berkompeten dibidang itu. pecahkan masalahnya, dan share pemecahan masalah tersebut di situs jejaring sosial. tidak menutup kemungkinan, orang yang mempunyai masalah yang sama dengan kamu, dapat menyelesaikan masalahnya berkat apa yang sudah kamu share. nah! itu lebih baik bukan :D jadi mulai sekarang, tulislah kalimat positif di akun jejaring sosial kamu ya. karena pesimis bukan untuk dilestarikan, tetapi dihancurkan (:
salam positif!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar