Pages

Selasa, 04 Januari 2011

Mudah Saja Untuk Berbahagia

Saya kuliah di sebuah kampus yang menuntut saya bermobilitas menggunakan bis dari kampus saya tersebut. Di dalam bis itu, seorang anak kecil loper koran menghampiri saya. Saya agak terkejut juga langsung simpati ketika anak tersebut menawari saya koran menggunakan bahasa inggris. "Do you want to buy a news paper?", begitu tawar ia. Yang tadinya saya selalu enggan membeli koran (karena di rumah sudah berlangganan koran), tanpa pikir panjang saya langsung membeli koran dari anak tersebut dan uangnya saya lebihkan(insyaAllah bukan bermaksud pamer, hanya untuk share). Bocah tersebut langsung tersenyum lebar. Jujur saja saya sangat mengapresiasi kemampuannya berbicara bahasa inggris. Untuk ukuran seorang loper koran, itu sudah luar biasa menurut saya. Lebih-lebih ketika saya ajak ngobrol dengan bahasa inggris, sedikit-sedikit ia bisa merespon saya. Walaupun terkadang ia mengeluh tidak bisa. Tetapi kemudian saya dibuat miris ketika saya meminta ia mengucapkan kalimat apa saja dalam bahasa inggris yang ia bisa, seketika ia langsung berkata "can you give me some money?". Saya langsung berfikir, apakah anak ini memang sengaja dilatih bebicara bahasa inggris hanya untuk mencari uang? Dengan santai saya jawab, "I've already gave you some money by buying your news paper". Kembali bocah tersebut tersenyum, malu. Bis pun telah tiba di pemberhentian tujuan saya. Saya turun bersama bocah tersebut. Bocah tersebut pun melambaikan tangannya sambil menanyakan nama saya yang kemudian saya jawab. Semoga kita dapat bertemu kembali.
Atas kejadian tersebut saya berbahagia
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sebelumnya di kampus, sahabat saya sedang berulang tahun. Dengan maksud membuat senang sahabat saya, saya memberinya kejutan(because i like suprizes (: ). Benar-benar hanya kejutan kecil. Tetapi saya tidak pernah menyangka sahabat saya tersebut sampai menangis ketika menerima kejutan kecil saya. Sungguh atas kejadian tersebut lagi-lagi saya berbahagia 
Hari itu, tanggal 31 Desember 2010. Saya menutup penghujung tahun dua ribu ke-sepuluh tersebut dengan hati penuh kebahagiaan. Mengapa bisa seperti itu? Karena saya memberikan kebahagiaan, karena saya mengerti si penerima kebahagiaan tersebut berbahagia menerima kebahagiaan yang saya berikan, dan dengan itulah saya berbahagia. Jadi, prinsipnya adalah memberi maka anda akan menerima. Prinsip yang sama dalam bersedekah, ternyata memiliki hubungan yang berbanding lurus dengan kebahagiaan. Subhanallah, berbahagialah kita yang memiliki agama yang sebegitu indah dan sempurna.

Banyak orang bertanya-tanya "bagaimana saya mendapatkan kebahagiaan?". Saya pribadi justru balik bertanya kepada mereka. Mengapa harus mencari kebahagiaan? Bagi saya, kebahagiaan itu bukan untuk dicari, tetapi untuk diciptakan. Ciptakan kebahagiaan, maka anda akan mendapatkan kebahagiaan. Kembali lagi keprinsipnya, memberi maka anda akan menerima. Sebuah proses yang amat simpel menurut saya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar